Berteman dengan Si Tukang Pamer

Berteman dengan Si Tukang Pamer

JENGAH pasti rasanya bila teman kita kerap memamerkan kekayaan, jabatan, ataupun pasangan. Pantaskah kita marah? Wajarkah jika iri?  

Gaya hidup mewah

Akun instagram si teman berisi foto-foto liburan ke luar negeri, atau foto berbagai produk branded yang harganya selangit. Di Path pun dia sering banget check-in location di restoran dan coffee shop kenamaan yang hanya menyajikan menu berharga mahal. Pokoknya, setiap status update di media sosialnya menunjukkan gaya hidup mewah, seolah kartu kreditnya tak punya limit.

Tip: Pahamilah bahwa media sosial tidak menggambarkan keseluruhan hidup seseorang, hanya sebagian saja. Bersyukurlah bila teman di media sosial kita memilih untuk men-display sisi kehidupannya yang happy dan menikmati hidup; ketimbang mengisi akun medsos dengan keluhan dan negativity setiap harinya. Realitanya, setiap orang pasti punya masalah masing-masing, nggak ada yang hidupnya 100% bahagia (apalagi hanya karena dimanjakan oleh materi). Tetap bersyukur dengan hidup kita sendiri, dan turut berbahagialah untuk si teman yang berkecukupan. Manusiawi kok saat terbersit rasa iri, berharap seandainya kita punya hidup seberuntung si teman. Jadikan hal tersebut motivasi bagi kita untuk meraih kemapanan finansial.

Karier cemerlang    

Tiap kali kumpul bareng, si teman selalu tampak (sok) sibuk. Penampilan professional chic, jabatan yang terukir cantik pada kartu nama, serta ruang kantor yang mentereng; menjadi penanda kariernya yang cemerlang. Tak ayal hal ini bikin kita merasa kerdil—karena nggak menduduki posisi penting di kantor seperti dirinya.

Tip: Seringkali kita mengagumi hasil, tanpa mengingat proses untuk menggapainya. Jangan lupakan bahwa teman kita telah bekerja keras dan melewati banyak rintangan, sebelum memiliki karier cemerlang seperti saat ini. Ketimbang fokus pada pencapaiannya, lebih baik kita mencoba mengikuti jejak sukses teman kita tersebut. Tingkatkan skill, perluas networking, dan jangan bosan-bosan menambah wawasan. Kalau perlu, kita bisa meminta teman berkarier cemerlang untuk menjadi mentor yang memberi saran dan bimbingan agar kita dapat menyusul kesuksesannya.

Dunia serasa milik berdua

Sejak punya pasangan, si teman selalu memamerkan kemesraan bersama pujaan hatinya. Dunia serasa hanya milik mereka berdua. Public Display of Affection (PDA) yang kerap mereka tampilkan semakin mengganggu karena kekasih teman kita itu merupakan sosok yang ganteng, cerdas, mapan, baik hati, dan seterusnya.   

Tip: Ingat pepatah ‘rumput tetangga selalu tampak lebih hijau’, kan? Nyatanya kita tak pernah tahu seluk-beluk sebuah hubungan hanya dengan melihat permukaannya saja. Jadi, tak perlu jealous dengan pameran kemesraan teman kita dengan pasangannya. Instead, kita dapat memilih tetap positif dalam segala status.